Kembali Pilu

Aku kembali lagi ke tempat ini.
Bukan, sepertinya bukan hanya kembali ke tempat ini saja. 
Karena setiap hari, berangkat maupun pergi kerja, terus melewati tempat ini. 
Tempat yang setiap hari harus ku lewati. 
Tempat berangkat, tujuan,  atau hanya sekedar transit. 
Stasiun yang menjadi pusat bertemu nya orang-orang yang datang dari segala daerah.
Tak heran jika ramai sesak dan tak beraturan.

KA Lodaya menuju Malang melewati peron nomor 3. 
Melaju kencang tanpa sedikitpun mengurangi kecepatannya. 
Aku mengambil jarak aman, mengalihkan pandanganku yang semula dari layar kaca handphone, untuk sejenak memandangi kereta yang melaju.
Lalu tertegun, tak berpaling. 

Di dalam kereta dalam kecepatan penuh itu, aku iri pada para penumpangnya. 
Mau ke mana? Pulang atau jalan-jalan?

Ternyata, perasaan ini yang kembali datang. 

Rasanya ingin memohon, tolong.. bawa aku serta. 
Ke mana pun itu, aku tak peduli. 

Aku hanya ingin, melarikan diri dari sini. 
Dari tempat yang ku kira rumah.
Dari pekerjaan yang tiada hentinya. 
Dari perang dingin setiap naik angkutan umum untuk sekedar, pergi ke kantor. 
Dan dari malam sepi yang hanya ada aku dan pikiranku sendiri. 

Kapan. aku terbebas dari semua ini? 
Lalu pergi menggunakan kereta melewati tempat yang ku kutuki selalu. 

Komentar

Postingan Populer